Sunday, 7 January 2018

Ini Yang Harus Kamu Lakukan Saat KPR Ditolak

Ini yang harus kamu lakukan saat KPR ditolak
Pernah ditolak saat mengajukan KPR? Mungkin Kamu melupakan tips kredit rumah murah dan  syarat-syarat penting yang dianjurkan guna mendapatkan KPR tersebut. Dengan KPR Kamu bisa memiliki rumah impian Kamu melalui perjanjian kredit. Jika uang muka sudah lunas, maka Kamu bisa langsung menempati rumah idaman Kamu. Memang terbilang mudah untuk mendapatkannya, tetapi jika dirunut, akan banyak syarat yang harus dipenuhi agar Kamu diizinkan mengambil KPR oleh bank yang Kamu tuju. Nasabah juga hanya perlu membayar uang muka sebesar 30%. Berikut tips dari forum jual beli rumah agar persyaratan KPR Kamu segera disetujui:

Kelengkapan dokumen

Supaya masalah KPR ditolak bisa terselesaikan, lengkapi dokumen-dokumen di bawah ini:
  • Mengisi formulir aplikasi pengajuan KPR dengan tandatangan pemohon dan pasangan
  • fotokopi kartu penduduk (KTP) pemohon dan pasangan (istri/suami)
  • fotokopi surat nikah/cerai
  • fotokopi kartu keluarga
  • fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir
  • fotokopi nomor pokok wajib pajak
  • slip gaji terakhir asli/surat keterangan penghasilan
  • surat keterangan jabatan
  • fotokopi dokumen kepemilikan agunan, misal sertifikat hak milik atau sertifikat hak guna bangunan (SHM/SHGB), izin mendirikan bangunan (IMB), dan pajak bumi dan bangunan (PBB)
  • apabila rumah tersebut masih dalam pembangunan dan belum tandatangan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB), maka sediakan surat pesanan rumah dari pengembang
  • Untuk para professional harus menyediakan informasi keuangan terakhir dari fotokopi izin praktik profesi
  • Untuk para freelancer yang tidak memiliki izin khusus karena profesi yang dijalankan masih terbilang unik dan baru di Indonesia, maka yang harus disediakan adalah kontrak-kontrak kerja dengan para klien yang memperkerjakan, bukti pembayaran setoran pajak, dan mutasi rekening 6 bulan hingga 1 tahun terakhir
  • Untuk wiraswasta, tambahan dokumen yang perlu diperlukan adalah fotokopi neraca laba rugi, fotokopi akta pendirian perusahaan dan izin-izin usaha.
  • Masa kerja/usaha juga akan dilihat, untuk karyawan, bank akan meminta bukti sudah berapa tahun bekerja di perusahaan tersebut. Apabila belum satu tahun, maka harus ada bukti surat kerja dari perusahaan sebelumnya dan juga bukti penawaran di tempat kerja baru. Apabila masih dalam masa percobaan, sertakan surat pengangkatan untuk menjadi pegawai tetap. Untuk professional dan wiraswasta, paling tidak masa usaha Kamu minimal 2 tahun

Lolos BI Checking

Jika KPR ditolak, Kamu perlu melakukan pengecekan Bank Indonesia (BI). Kamu harus mengisi surat atau formulir yang menyatakan bahwa pembelian rumah tersebut dengan sepengetahuan pasangan. Apabila Kamu memiliki perjanjian pranikah maka wajib mencantumkan surat perjanjian tersebut. Apabila ini adalah pembelian rumah pertama, akan lebih mudah mendapatkan persetujuan KPR, karena belum ada track record Kamu mencicil KPR lainnya. Ketika Kamu, memiliki KPR lainnya, selain uang muka yang lebih besar daripada rumah pertama, kemampuan Kamu dalam mencari  membayar cicilan juga akan dipertimbangkan. Untuk BI checking, track record pembayaran utang Kamu selama ini menjadi faktor penting. Cara paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan melihat pembayaran tagihan kartu kredit Kamu. Ketika Kamu lancar, maka tingkat kelolosan BI checking semakin besar. Bagi Kamu yang tidak pernah berutang, atau pun justru tidak mempunyai kartu kredit sama sekali atau jenis pinjaman lain, jangan dikira akan lebih mudah. Dengan tidak adanya record mengenai pembayaran cicilan utang, BI tidak dapat memastikan apakah Kamu berisiko atau tidak, hali ini bisa saja menghambat Kamu untuk mengajukan peminjaman. Disarankan untuk melunasi semua kewajiban Kamu, 6 bulan sebelum proses pengajuan KPR.

Sesuaikan dengan kemampuan pembayaran

Bank akan melihat penghasilan serta cicilan utang yang sudah ada sekarang. bank hanya menyetujui jika total cicilan berkisar 30%-35% dari penghasilan. Kamu pribadi harus mengecek tips kredit rumah murah pada tahap kemampuan  membayar Kamu sebelum mengajukan KPR. Untuk memperkecil cicilan, Kamu bisa memperbesar DP dan juga memperpanjang tenor pinjaman. Bagi yang berpenghasilan tidak tetap, maka Kamu mesti memperhitungkan penghasilan rata-rata dan bukan penghasilan tertinggi yang Kamu dapat. Untuk usia masuk aplikasi KPR adalah minimum 21 tahun dan pada saat kredit berakhir maksimal usia 55 tahun untuk pegawai dan maksimal 60 tahun untuk professional/wiraswasta. Sebaiknya, pendapatan Kamu juga berkisar 3 kali lipat dari kewajiban Kamu membayar tagihan per bulannya. Sehingga persoalan untuk KPR ditolak pun, bisa diminimalisasi.

Pilih bank rekanan developer yang tepat

Apabila rumah yang ingin Kamu beli masih baru dan belum memiliki SHM/SHGB,maka hanya bank yang sudah melalukan memorandum of understanding (MOU) dengan developer yang menerima aplikasi KPR Kamu. Developer alias pengembang biasanya memberikan informasi bank-bank yang sudah menjadi rekanan. Jadi, bila ada tawaran promosi KPR yang menggiurkan di suatu bank, Kamu harus cek apakah bank tersebut sudah memiliki kerjasama dengan developer Kamu atau belum. Belum tentu Kamu bisa mendapatkan KPR di bank tersebut, meskipun Kamu tertarik dengan tawaran promosinya. Di setiap bank, kebijakan pengajuan KPR bisa berbeda-beda persyaratan yang dibutuhkan. Pilihlah bank yang memberikan masa pinjaman yang panjang, sebaiknya pilih bank yang mengenakan bunga flat sepanjang pinjaman sehingga besar bunga tidak naik turun dan mempengaruhi besar cicilan per bulan Kamu.

Pilihlah bank yang memberikan masa pinjaman yang panjang. Kalau bisa, pilih bank yang mengenakan bunga flat sepanjang pinjaman sehingga besar bunga tidak naik turun dan mempengaruhi besar cicilan per bulan Kamu.

No comments:
Write comments